Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Etika Protestan: Cara Ampuh Lolos dari Jeratan Pandemi

 


Pandemi covid-19 sudah berjalan hampir 2 tahun. Ekonomi masyarakat terengah-engah menghadapi kebijakan-kebijakan untuk menghambat penyebaran Covid-19. Ekonomi mengalami kelumpuhan sebelum bisa stabil seperti sekarang ini. Melansir dari Kompas.com, Kemenkeu Sri Mulyani memamerkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah salah satu negara yang mencapai pemulihan ekonomi. 

Terbebas dari kelumpuhan ekonomi yang menerpa adalah harapan bagi semua orang. Etika protestan dapat menjadi salah satu model agar terbebas dari jeratan kelumpuhan ekonomi. Menurut Weber, ajaran Protestan memiliki implikasi yang positif untuk berprestasi, karena Protestan memiliki etos kerja keras dan menjauhi kemalasan. John Calvin memberi penekanan bahwa seseorang dalam hidupnya memiliki tanggung jawab yang sangat penting, bahkan Calvin mengajarkan agar manusia tidak hanya mengabadikan kehidupan sepenuhnya untuk Tuhan. 

Di era pandemi etika Protestan ajaran Calvin menjadi pedoman agar terbebas dari jeratan ekonomi yang semakin sulit. Harga-harga melambung, mobilitas dibatasi, dan para pekerja banyak yang dipecat. Semangat Protestan dalam hal kerja keras membantu seseorang untuk dapat bertahan dari terpaan krisis ekonomi. Begitu juga mengenai kemalasan, orang-orang dituntut agar bergerak melakukan pekerjaan apa saja. Hal ini semakin mengukuhkan jalannya kapitalisme karena  konsep kapitalisime yang menekan seseorang untuk bekerja keras. 

Dalam kehidupan normal pun, etika Protestan masih sangat relevan untuk dijadikan spirit mengarungi kehidupan. Tujuan-tujuan besar akan diperoleh berkat kerja keras setiap harinya. Menghindari kemalasan adalah kunci dari ketentraman yang dicita-citakan.

Posting Komentar untuk "Etika Protestan: Cara Ampuh Lolos dari Jeratan Pandemi"