Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Simalakama Corona Virus Disease-19


Aku menggumam dan kesal: melihat situasi yang terjadi di bumi tercintaku ini -- hari mulai sore, matari yang seharusnya masih menyinari terpaksa tertelan gelapnya mendung dengan membawa hujan turun. Benar saja aku muak melihat fenomena akhir-akhir ini -- wabah sudah menjadi pandemi, seseorang membenarkan diri berdasarkan kepentingan masing-masing tanpa menimbang yang lain. Memang sangat berbahaya virus ini, virus yang tak terlihat oleh mata mampu mengobrak-abrik tatanan dunia. Berawal dari China virus ini menyebarluaskan tanpa dosa ke mana-mana, tak pandang ia kaya atau miskin, sesekali termasuki ia bisa tersakiti bahkan mati. Yang awalnya hanya sebuah wabah tiba-tiba menjadi pandemi, entah ini permainan konspirasi atau apalah namanya aku tak peduli. Dalam kacamataku, ini sebuah permainan dagang: virus disebarkan ketika perang dagang antara Amerika dan China berkecamuk. Awalnya memang biasa-biasa saja, tetapi setelah mengetahui bahayanya virus dan mudahnya virus ini untuk ditularkan, seluruh jagat mulai kalang kabut. China yang maju dalam segala bidang mampu menyelesaikan masalah ini dalam jangka 4 bulan, mereka melakukan lock down yang nantinya di Indonesia terkenal dengan #dirumahsaja. Dengan cepat medis di China dapat menemukan obat dari virus ini dan sekarang China sudah terhindar dari virus yang disebut Covid-19. Di tengah merebahnya wabah, seluruh dunia menutup akses masuk bagi WNA, kecuali negeriku tercinta: Indonesia. Ia dengan gagah mengatakan bahwa Covid-19 tidak bisa masuk ke Indonesia dengan segala kebanyolannya -- dan terjadilah sekarang, wabah mulai menjadi pandemi di masyarakat Indonesia, lambannya pemerintah dalam menentukan kebijakan di awal persoalan harus dibayar mahal sekarang. Alasannya cukup rasional ketika tetap membuka WNA masuk ke Indonesia, yaitu cuan yang didapat dari para WNA yang berkunjung ke tempat pariwisata di bumi pertiwi. Tak salah memang, saat ekonomi menjadi tolok ukur untuk dikatakan sebuah negeri yang maju dan dapat men-sejahterakan masyarakatnya, tapi menurutku tolok ukur itu terlalu basi. Buktinya sekarang pemerintah kalang kabut menghadapi situasi seperti ini. Lockdown kata mereka dan #dirumahsaja bagi penggemar Najwa. Aku tak menyalahkan mereka, tapi ayo kuantarkan melihat sebuah realita di lapangan -- tidak terlalu siap bagi masyarakat ketika pemerintah memerintahkan untuk lockdown atau dirumahsaja. Kebijakan itu kalau dibarengi dengan bantuan ekonomi dari pemerintah dan seluruh aktivitas dihentikan mungkin akan berjalan sesuai dengan rencananya. Tapi jangan lupa, masih banyak masyarakat yang harus menghidupi keluarganya di tengah pandemi yang menyerang ini. Depkolektor setiap saat datang menagih tunggangan, tapi penghasilan sepeserpun tak dipunya dalam situasi genting ini -- masyarakat membangkang bukan berarti mereka tak mengindahkan anjuran, tetapi demi mendapat makan untuk keluarga. Banyak yang menyalahkan ketika masyarakat masih bergerombol di sana-sini, menunggu ada yang mati baru mengerti, gerutunya. Pernah tidak kalian memikirkan nasib saudaramu yang kelaparan? Jangan hanya menganggap pemerintah paling benar dalam perkara seperti ini. Rakyat yang jadi mangsanya, dan pejabat yang meraup untungnya. Kau lihat kurs rupiah anjlok sangat jauh dan tiba-tiba Amerika datang menjadi super hero memberikan bantuan yang nantinya akan menjadi hutang. Tidak telat memang himbauan-himbauan dari pemerintah. Ada sebagian masyarakat yang bisa menghindari dari keramaian malah ikut menumpuk sesaki suatu jalan, tak tau apa yang sedang ia pikirkan. Entah hanya untuk jalan-jalan demi kegembiraan personal atau kurang pahamnya akan bahaya virus covid-19 yang mudah bersarang pada siapa saja. Merubah budaya cangkruk pada muda-mudi Indonesia sangat susah, itu merupakan local wisdom bangsa Indonesia. Hal seperti ini yang menyebabkan korban tambah banyak, di sisi lain tenaga medis bertarung mati-matian untuk menyelamatkan nyawa pasiennya. Bahkan lebih berharga dari nyawanga sendiri.
 Sudah saatnya seluruh stake holder pemerintah dan masyarakat bekerja sama, mengevaluasi diri untuk menatap pertiwi yang lebih dihormati...

Posting Komentar untuk "Simalakama Corona Virus Disease-19"