Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Singkat Virus PES di Hindia-Belanda

Virus PES menjajaki daerah Hindia-Belanda pada tahun 1905 di Deli kemudian baru menyebar ke Jawa pada tahun 1910. Setelah kasus pertama di Deli ditemukan, virus ini tidak menampakkan keganasannya lagi. Baru pada tahun 1910 muncul dan menyerang penduduk Jawa. Penyakit PES melanda Jawa setelah adanya wacana impor beras dari Ranggon akibat kegagalan panen di Jawa Timur. Pegiriman beras dari Ranggon ke Surabaya melalui kapal laut dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak. Selanjutnya beras dikirimkan ke daerah-daerah yang sedang mengalami kelangkaan beras. Pusat pengiriman berada di Surabaya, untuk mendistribusikan ke daerah-daerah terdampak dikirim menggunakan moda kereta api. Berawal dari sinilah PES mulai menunjukkan keganasannya. Turen diindikasikan menjadi daerah yang pertama terkena PES. Penyakit ini selanjutnya secara berkala menjalar ke Kediri dan Surabaya juga seluruh distrik di Malang. Penyakit PES yang sudah meluas di Malang, kemudian menyebar di Blitar, Tulungagung, Madiun, dan baru sampai ke Jawa Tengah tepatnya Semarang pada tahun 1916. Penyaki PES di Semarang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Mas. Persebaran wabah PES tidak cukup berhenti di Jawa Timur dan Jawa Tengah, wabah ini terus merengsek masuk ke Jawa Barat pada tahun 1920 dan 1921. 
Kurva persebaran yang terus mengalami penigkatan tiap tahunnya disebabkan oleh penyebaran virus yang mudah, yaitu melalui tikus, jalur perdagangan yang tidak mendapatkan kelonggaran, padatnya penduduk Jawa, imigrasi yang sedang digaungkan oleh pemerintah kolonial, rumah-rumah warga yang masih menggunakan sekam dan tingginya intensitas pertemuan antar warga. Sedangkan untuk menanggulangi wabah PES, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan berbagai kebijakan di antaranya, tindakan pemisahan atau isolasi, perbaikan rumah, vaksinasi dan revaksinasi.

Posting Komentar untuk "Sejarah Singkat Virus PES di Hindia-Belanda"