Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pandemi Virus Corona: Normal Baru dalam Dunia Pendidikan




Tidak ada henti-hentinya membicarakan tentang pandemi yang sedang terjadi. Seolah-olah merupakan suatu keharusan untuk membahas dampak yang mengakibatkan perubahan secara menyeluruh dalam struktur masyarakat, sehingga dalam masyarakat tercipta sebuah normal baru, yang dewasa ini disebut "New Normal".

Selain bidang kesehatan, ekonomi dan transportasi -- bidang pendidikan juga tidak luput dari suatu perubahan normal. Sorotan tajam pada bidang pendidikan sudah dilayangkan sejak keluarnya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. Edaran dari surat tersebut salah satunya berisi: siswa dapat belajar di rumah, melalui konferensi video, dokumen digital, dan sarana daring lainnya. 

Untuk tetap menjaga terlaksananya pengajaran di sekolah-sekolah, yang biasanya dilakukan melalui interaksi langsung dengan murid atau mahasiswanya (tatap muka) sekarang mulai dirubah dengan menerapkan pengajaran melalui medium online (daring) melalui aplikasi zoom, whatsapp, youtube, tv bahkan instagram. Bermacam cara telah dilakukan oleh tenaga pendidik untuk tetap menjaga berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar.

Namun, perubahan menuju suatu normal yang baru ini masih menyisakan beberapa kendala, di antarannya adalah masih banyak beberapa daerah di Indonesia yang belum mempunyai fasilitas seperti wifi, tv, hp, bahkan listrik. Kendala yang dihadapi tiap daerah berbeda-beda, terkadang beda satu kecamatanpun sudah susah sinyal, betapa malangnya mahasiswa yang melakukan kuliah online melalui medium perantara zoom sedang sinyal dan kuotapun tidak tersedia. Untuk mahasiswa, mungkin kendalanya bisa ditutupi dengan sudah lihainya dalam menggunakan teknologi, sedangkan untuk murid-murid paud, sd, dan smp terkendala dengan lambannya pemahaman tentang perkembangan teknologi.  

Di sisi lain, masih banyak guru dan dosen yang kurang cakap dalam menggunakan teknokogi, alhasil proses belajar mengajar terkendala dengan tidak tersampaikannya materi yang seharusnya menjadi bahan pemahaman bagi murid maupun mahasiswa. Tak sedikit guru ataupun dosen yang kurang cakap menggunakan teknologi hanya melimpahkan tugas tanpa memberikan materi kepada siswa ataupun mahasiswa. Hal semacam ini dapat menghambat proses pemahaman siswa ataupun mahasiswa dalam upaya memahami suatu permasalahan masih membutuhkan guru atau dosen untuk dijadikan mentor dalam proses belajar. 

Untuk dapat merubah kebiasaan belajar mengajar dari tatap muka ke daring memang membutuhkan sebuah proses yang agak lama, dimana siswa atau mahasiswa yang terbiasa belajar dengan bantuan guru atau dosen yang menjadi mentor mendadak hilang perannya digantikan dengan tugas-tugas tanpa pemahaman dari guru. 

Memang di tengah pandemi yang berlangsung seperti sekarang, kebijakan yang dikeluarkan oleh Mas Nadiem tidaklah keliru. Satu-satunya jalan untuk dapat mempertahankan proses belajar mengajar, yaitu melalui media online. Tetapi sangat disayangkan pernyataan dari beliau ketika diwawancarai oleh Mbak Najwa di YouTube, beliau mengatakan "Ternyata masih banyak daerah di Indonesia yang belum teraliri listrik, susah sinyal dan tidak tersedianya akses wifi di daerah-daerah, ternyata jauh bila dibandingkan dari Jakarta ini". Pernyataan beliau sungguh menyayat hati bagi masyarakat terluar atau kelas bawah yang masih belum mendapat fasilitas yang diberikan oleh negara. Apalagi pernyataan ini keluar dari seorang menteri yang notabene sudah memahami kondisi geografis yang ada di Indonesia. Selain itu, pengambilan kebijakan dengan mengambil contoh Jakarta sebagai patokan penerapan kebijakan, menurut hemat saya kurang tepat, karena Indonesia tidak hanya Jakarta saja, masih banyak daerah-daerah yang fasilitasnya sangat tertinggal daripada Jakarta. 

Untuk ke depannya semoga kebijakan-kebijakan yang diambil tidak melupakan daerah-daerah lain yang secara fasilitas tertinggal atau daerah-daerah tersebut mempunyai cara sendiri dalam menerapkan proses belajar mengajar, sehingga tetap tercipta suatu pendidikan yang sehat bagi murid maupun gurunya. Alternatif lain yang dapat diambil, yaitu dengan memberikan kebebasan pada daerah-daerah untuk mengambil keputusan sendiri dalam menerapkan proses belajar mengajar.

Posting Komentar untuk "Pandemi Virus Corona: Normal Baru dalam Dunia Pendidikan"